Halo teman-teman! Apa
kabar? Saya harap kita semua baik-baik saja ditengah pandemi Covid-19 ini,
jangan lupa untuk tetap stay at home dan jaga kebersihan dengan rajin cuci tangan
dan mandi yaa. Hehe
Sekarang kita akan
membahasa tentang jamur nameko, sebelum membahas lebih dalam sebaiknya kita
mengetahui pengertian jamur dan apa saja jenisnya
Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil
sehingga bersifat heterotrof atau organisasi yang tidak dapat membuat
makanannya sendiri. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit. Terdapat
cara hidup jamur lainnya adalah dengan melakukan simbiosis mutualisme. Jamur
yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga
menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme
jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di
akar tanaman kacang-kacangan. Jamur berhabitat pada bermacam-macam lingkungan
dan berasosiasi dengan banyak organisme.
Karena begitu banyaknya
jenis jamur maka secara garis besar jamur dibedakan menjadi 2 tipe yaitu jamur
yang dikonsumsi (edible mushroom) dan jamur yang tidak dapat dikonsumsi atau
beracun (inedible mushroom). Jamur nameko merupakan jamur yang dikategorikan
sebagai jamur yang aman atau dapat dikonsumsi (edible mushroom)
.berikut ini adalah gambar jamur inedible dan edible
![]() |
| Jamur Inedible |
PENGENALAN JAMUR NAMEKO
Jamur licin (Pholiota
microspora), juga dikenal sebagai Pholiota nameko, awalnya dibudidayakan di
Jepang. Pada pertengahan tahun 1970-an, itu diperkenalkan ke bagian selatan
Liaoning Provinsi, Cina dan telah menjadi salah satu jamur utama yang dapat
dimakan dibudidayakan di Cina "Licin" dengan nama umum P. microspora
adalah bernama setelah permukaannya, yang ditutupi dengan lapisan halus dan
lendir yang lezat.
Pholiota nameko adalah kayu busuk putih yang mendiami
spesies jamur ligninolitik milik genus Pholiota, Jamur Pholiota Nameko atau
dalam bahasa indonesianya Jamur Payung Tanah yang dimana berbentuk seperti payung,
berbatang tinggi, dan memiliki permukaan yang halus dan bersih. Jamur Nameko
ini berwarna putih kecoklatan atau coklat muda kemerahan ukuran jamur i yaitu
dengan besar diameter 5-10 cm, tinggi tiang 10-20 cm dan memiliki habita tumbuh
ditanah kebun yang banyak rumah rayapnya. Jamur ini didistribusikan secara luas
ke seluruh Timur yang dimana digunakan sebagai makanan dan untuk keperluan
pengobatan.
MEDIA TANAM JAMUR NAMEKO
Nameko tumbuh dengan cara yang sama seperti
Shiitake, pada kayu hijau hidup yang ditebang pada musim tidak aktif dan
diinokulasi pada musim semi atau musim gugur. Kayu yang diinokulasi harus
ditempatkan di daerah yang teduh langsung di tanah (tidak seperti Shiitake),
memungkinkan bibit tumbuh di seluruh batang kayu di lingkungan yang lembab
secara alami.
Formulasi media tanam substrat untuk jamur nameko
yaitu :
1. Media serbuk gergaji:
§ serbuk
gergaji 90%
§ dedak
gandum (atau dedak padi) 8%
§ bubuk jagung 2%
§ perbandingan bahan dan air 1: 1.4
2. Media biji kapas:
§ biji kapas 78%
§ dedak gandum 20%
§ gula
1%
§ gipsum
1%
§ perbandingan
bahan dan air 1: 1.4.
dan kelembapan yang baik yaitu pada 62-63 %
Jamur
nameko termasuk pada kelompok jamur Thermophiles atau kelompok jamur yang dapat
hidup pada suhu tinggi. Jamur nameko ini Mudah tumbuh di atas
kayu keras, dan seperti yang kita ketahui jamur nameko dapat hidup pada suhu
tinggi maka jamur ini tergolong menyukai kelembaban udara yang tinggi.
TEKNIK BUDIDAYA JAMUR
NAMEKO
Jamur Pholiota nameko
yang dapat dimakan dibudidayakan di dalam ruangan di semua musim di Jepang.
Debu kayu basah yang digunakan sebagai pengganti kompos. Jamur Nameko ini
berada d sebuah bangunan kecil tanpa jendela yang disimpan pada suhu dan
kelembapan yang tinggi oleh AC. banyak jamur tumbuh di permukaan kotak yang terdiri
dari campuran bibit jamur dan debu kayu. Ketika mereka tumbuh, ruang budidaya
dipenuhi dengan spora dan/atau oidiospora jamur. Para pekerja yang memanen
jamur dapat dengan mudah menghirup spora.
PANEN DAN PASCA PANEN
Jamur Nameko yang memiliki lama panen yaitu selama 1,5 bulan dengan dibudidayakan dengan serbuk gergaji. Jamur ini akan lebih cepat jika dibudidayakan di dalam ruangan. Dan untuk penanganan pasca panen pada jamur nameko ada beberapa teknnik penanganan pasca panen yang dapat dipilih yaitu (1) bentuk segar (2) bentuk awetan (3) bentuk olahan segar (Sinaga, 2001)
![]() |
| bentuksegar jamur nameko |
![]() |
| Bentuk awetan jamur nameko |
Bentuk olahan segar jamur nameko
Jamur Nameko merupakan jamur yang banyak ditemukan
di Asia Timur yang dimana yaitu Jepang, Korea dan China. Bentuk dan tekstur
yang unik dari jamur ini tidak kalah dengan manfaatnya yang baik jika
dikonsumsi sesuai dengan aturannya. Jamur ini biasanya dijadikan keripik dan bahan dari pembuatan Miso Soup
dari jepang.
Ini adalah beberapa manfaat dari Jamur Nameko yaitu
Nameko tinggi di:
· Vitamin B
· Tembaga
·
Kalium
·
Kalsium
Nameko dikatakan:
·
menguatkan sistem kekebalan tubuh
·
menurunkan kolesterol
·
meningkatkan resistensi tumor dan kanker
REFERENSI
Gunawan,
Agustin Wydia. 2000. Usaha Pembibitan Jamur. Jakarta: PT Niaga Swadaya
Chang,
S. T. 2013. The biology and cultivation of edible mushroom. Depertement
biology. The Chinese university of hongkong. Shatin, N. T,. Hongkong
Kusuma,
Angga et. All. 2015.Jamur/Fungi. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Lampung
Nakazawa,
T. 1981. Mushroom Worker’s Lung due to Shiitake Mushroom spore. Nihon Kyobu
Rinsho.
Sinaga,
M. 2001. Jamur merang dan budidaya. Edisi Revisi. Penerbit PT. Penebar Swadaya,
Cimanggis-Depok, Jawa Barat. 86 hal.







